Contoh Makalah Dasar2 Komposisi Kalimat Efektif

Puji Lestari dan 763874 Orang Lainya Mengikuti Cah Kuamang

TUGAS KELOMPOK
Dasar-dasar komposisi

DOSEN PENGAMPU : JANIKO S.pd

Di Susun
Oleh :
Nama :
1.     Sigit Purnomo
2.     Natalia
3.     Rudini
4.     Nani

Semester 3

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
YAYASAN PENDIDIKAN MERANGIN
(STKIP YPM BANGKO)
2011/2012

BAB II

KALIMAT YANG EFEKTIF

1.     Pendahuluan
      Tujuan tulis-menulis atau karang-mengarang adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap dan isi pikiran secara jelas dan efektif, kepada para pembaca kemudian dia harus menuangkanya dalam bentuk-bentuk kalimat yang baik sehingga mereka yang membacanya sanggup menghayati .
        Bila kalimat-kalimat itu sanggup menciptakan daya khayal  dalam diri pembaca atau pendengar sekurang kurangnya mendekati apa yang di bayangkan oleh pengarang, maka dapatlah di katakan bahwa kalimat-kalimat yang mendukung gagasan itu sudah cukup efektif.
        Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang mencoba menyusun dan menuangkan gagasan-gagasan seseorang  secara terbuka untuk di komunasi- kan kepada orang lain.

        Untuk dapat menciptakan kalimat yang efektif kita perlu menguasai bahasa, penguasaan bahasa dengan demikian tidak saja mencakup persoalan pengua-saan kaidah-kaidah atau pola-pola sintaksis bahasa itu, tetapi juga mencakup beberapa aspek lainya.
                                              
                Aspek-aspek penguasaan bahasa meliputi:
a.       Penguasaan secara aktif sejumlah besar perbendaharaan kata (kosakata) bahasa tersebut.
b.      Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif.
c.       Kemampuan menemukan gaya yang paling cocok untuk menyampai-kan gagasan-gagasan.
d.      Tingkat penalaran (logika) yang di miliki seseorang.
        Kalimat yang efektif memiliki kemempuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada         pikiran pembaca dan penulis.
                Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut :
a.       Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara dan penulis.
b.      Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembicara seperti yang dipirkan oleh pembicara atau penulis.



2.     Kesatuan Gagasan
                Secara praktis sebuah kesatuan gagasan di wakili oleh subyek, predikat + obyek.
Kesatuan yang di wakili oleh subyek, predikat + obyek dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan dan kesatuan yang mengandung pertentangan.
                Berikut contoh kesatuan gagasan yang terpadu dan yang tidak terpadu.
a.      Yang jelas kesatuan gagasanya (kesatuan terpadu)
        #. Semua penduduk desa itu mendapat penjelasan mengenai rencana pembangunan lima                tahun. (kesatuan tunggal)
        #. Dia telah meninggalkan rumahnya jam enam pagi, dan telah berangkat dengan pesawat                satu jam yang lalu. (kesatuan gabungan)
        #. Ayah bekerja di perusahan pengangkutan itu, tetapi ia tidak senang dengan pekerjaan itu.          (kesatuan pertentangan)
        #. Kamu boleh menyusul saya ke tempat itu, atau tinggal saja di sini. (kesatuan pilihan)
b.      Yang tidak jelas kesatuan gagasanya (kesatuan tidak terpadu)
        #. Di daerah-daerah sudah mempunyai lembaga bahasa.
        #. Di dalam pendidikan memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi antara anak didik dan                pendidik.
        #. Di rumah-rumah sakit penuh sesak penderita-penderita atom yang belum mati.

3.     Koherensi yang baik dan kompak
                Yang di makusud dengan koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsr-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu.
a.       Koherensi bisa rusak karena tempat kata daam kalimat tidak sesuai dengan  pola kalimat
        Kalimat BAIK : adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi, dengan sekuat tenaganya.
        Kalimat TIDAK BAIK : adik saya yang paling kecil memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di kebun anjing.
b.      Kepaduan sebuah kalimat akan rusak pula karena salah mempergunakan kata-kata depan, kata penghubung.
        #. Interaksi antara perkembangan kepribadian dan perkembangan penguasaan                                     bahasa menentukan bagi pola kepribadian yang sedang berkembang. (tanpa bagi)
        Pola kesalahan seperti ini sering terjadi, terutama bila kita menghadapi                                 bentuk-bentuk yang mirip :
Benar                                                                            Salah                                                   
Berbahaya bagi Negara                                       Membahayakan bagi negara
Membicarakan suatu masalah                          membicarakan tentang suatu.
4.     Penekanan

      Gagasan utama kalimat tetap di dikung oleh subyek, dan predikat, sedangkan unsure yang di pentingkan dapat bergeser dari satu kata ke kata yang lain.
Kata yang di pentingkan harus mendapat tekanan, gerak-gerik dan sebagainya untuk memberi tekanan pada sebuah kata.
                                         
                                Cara-cara tersebut adalah:
a.       Merubah-rubah posisi dalam kalimat
        Sebagai perinsip dapat di katakana bahwa semua kata yang di tempatkan pada awal kalimat adalah kata yang di pentingkan.
Contoh:
        kami berharap pada kesempatan lain kita dapat membicarakan lagi soal ini.
Kalimat di atas menunjukkan bahwa kata yang di pentingkan adalah kami berharap, bukan yang lain-lain.

b.      Mempergunakan repitisi
        Repitisi adalah pengulangan sebuah kata yang di anggap penting dalam                 sebuah kalimat.
Contoh:
        Harapan kita demikianlah dan demikian pula harapan setiap pejuang.

c.       Pertentangan
        Pertentangan dapat di gunakan untuk menekan suatu gagasan.
Contoh:
        Anak itu rajin dan jujur
        ia  menghendaki perbaikan yang menyeluruh di perusahaan itu.
Agar kita rajin dan jujur serta menghendaki perbaikan yang menyeluruh dapat lebih di tonjolkan, maka kedua gagasan itu di tempatkan dalam suatu posisi pertentangan, misalnya:
        Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
        Ia tidak menghendaki perbaikan yang bersifat tambal sulam, tetapi perbaikan yang menyeluruh di perusahaan itu.

d.      Partikel penekan
        Partikel-partikel yang di maksut adalah: lah, pun, kah , /(imbuhan)
Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
bapaklah yang harus lebih dahulu member contoh.




5.     Variasi kalimat yang efektif

      Variasi merupakan suatu upaya yang bertolak belakang dengan repetisi atau pengulangan.Variasi tidak lain dari pada menganeka-ragamkan bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.
      Variasi dalam kalimat dapat di peroleh dengan beberapa macam cara, yaitu:
a.  Variasi sinonim kata
                  Variasi sinoim kata pda hakikatnya tidak merubah isi dari amanat yang akan di sampaikan.
                  Contoh : Dari renungan itulah penyair menemukan suatu makna, suatu realitas yang baru,           suatu kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai seluruh puisi (BKI)
b.   Variasi panjang pendeknya kalimat
          Variasi dalam panjang pendeknya struktur kalimat akan mencerminkan dengan jelas pikiran       pengarang, serta pilihan yang tepat dari struktur panjangnya sebuah kalimat dapat memberi        tekanan pada bagian-bagian  yang di inginkan.
c.    Variasi penggunaan bentuk me-dan di-
                Pemakaian bentuk gramatikal yang sama dalam beberapa kalimat berturut-turut juga dapat             menimbulkan kelesuan.
          Contoh :
          Seyogyanya pemerintah tidak membangun pelabuhan samudra.
          Diganti menjadi “seyogyanya tidak di bangun pelabuhan samudra.
          Meskipun pemerintah sudah membangun banyak fasilitas pengangkutan laut serta udara
          Diganti menjadi”meskipun fasilitas-fasilitas pengangkutan laut dan udara sudah banyak di           bangun.
d.   Variasi dengan merubah posisi dalam kalimat.

6.     Paralelisme
                Fungsi dari paralelisme adalah untuk menempatkan gagasan-gagasan yang sama penting             dan sama fungsinya ke dalam suatu struktur gramatikal yang sama. Bila salah satu dari                        gagasan itu di tempatkan dalam struktur kata benda maka kelompok kata yang lain harus di                         tempatkan kedalam struktur kata benda juga.
                Fungsi umum dari paralelisme atau kesejajaran adalah untuk membantu memberi kejelasan      dalam unsur gramatikal dengan  mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruk-      si yang sama.




7.     Penalaran atau logika
     Beberapa hal dasar tentang proses berpikir logis.
a.   Definisi (batasan)
Definisi atau batasan yang tepat merupakan kunci dari cirri-ciri dari menulis yang logis.
1.       Definisi berupa sinonim kata.
Pengertianya adalah pembatasan pengertian sebuah kata dengan memberikan sinonim dengan kata yang akan di jelaskan.
2.       Definisi berdasarkan etimologi.
Pengertianya adalah suatu variasi lain dari definisi di atas yang berusaha membatasi pengertian sebuah kata dengan mengikuti jejak etimologi dan arti yang asli hingga arti yang sekarang.
Tujuanya adalah untuk menunjukkan bahwa istilah itu tidak hanya mengandung pengertian yang sekarang saja.
3.       Definisi formal atau rill (definisi logis)
Pengertianya adalah suatu cara untuk membatasi pengertian suatu istilah dengan membedakan genus atau kelasnya dan mengadakan diferensiasinya.
Penempatan sebuah kata ke dalam kelasnya di sebut klasifikasi. Semakin sempit kelas yang di masuki suatu hal, semakin baik definisi kata itu. Misalnya :
                  Pokok                                                                                   kelas/genus
a)      Gergaji                           adalah                                   semacam alat pemotong
b)      Permadani                    adalah                                   semacam alat penutup lantai
c)       Bedil                                                adalah                                   semacam senjata (kurang jelas)
d)      Bis                                    adalah                                   semacam alat pengangkutan darat beroda                                                                                     (lebih jelas).
Agar semua definisi formal itu baik maka harus di perhatikan syarat-syarat berikut :
a.       Kata yang di definisikan dan bagian yang mendefinisikan harus bersifat paralel, yaitu kedua bagian itu harus sama bobotnya.
b.      Kata yang di definisikan tidak boleh menjadi bagian dari yang mendefinisikan.
c.       Yang di definisikan harus sama nilainya dengan bagian yang mendefinisikan.
d.      Bagian yang mendefinisikan tidak boleh bersifat negatif.
4.       Definisi luas
Banyak kata, terutama kata-kata abstrak seperti : propaganda, demokrasi, kebijakan, agama, kemerdekaan, keadilan dsb.
Suatu definisi luas dapat terdiri dari suatu alenia panjang, suatu artikel, malahan kadang-kadang terdiri dari suatu buku besar yang berates-ratus halaman

b.   Generalisasi
        Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, adalah benar atau proses berpikir yang esensil.
Tanpa generalisasi pengalaman-pengalaman hanya akan merupakan akumulasi fakta-fakta yang terpisah antara yang satu dengan yang lain.
Generalisasi terbagi atas dua macam, yaitu generalisasi luas dan generalisasi sempit keduanya berasal dari keinginan yang sama yaitu untuk mencapai konklusi tanpa berusaha mengumpulkan data-data.
Contoh kata-kata yang berasal dari generalisasi luas : selalu, tidak pernah, semua, tidak ada, benar dan salah.

S E L E S A I . .
Artikel Paling sering Dibaca:

SULAP TERBARU PALING SERU
Saya, Anda, Dia dan Mereka tidak ada yang sempurna, karena manusia diciptakan serba kekurangan..
Namun, hari ini Anda telah menemukan halaman sulap paling SEMPURNA..
Hanya dengan memasang script sedikit anda dapat bermain sulap ala Kangsigit.
Pasti Anda tidak asing lagi mendengar Pesulap 'Maya' bernama (Kangsigit).
Oke.. tanpa berbasi basi langsung saja saya contohkan..
Silahkan KLIK SATU KALI gambar dibawah ini!!

HaHaHa keren gak? itusih masih belum seberapa..
Disini saya masih mempunyai beberapa script yang sangat fantastis, termasuk yang akan saya beberkan dibawah ini.

PERHATIAN
Harap hati hati ketika mengKLIK Gambar dibawah ini, karena anda pasti akan sangat terkejut..
Saya harap anda bukan orang yang mengidap penyakit MUDASAN (Mudah Pinsan)
Jika Anda sudah tidak sabar, silahkan KLIK DUA KALI Gambar dibawah ini..

INGAT!! KLIK DUA KALI agar SULAP Saya bisa berjalan.. kalau hanya KLIK SATU KALI tidak akan menimbulkan efek apa-apa.
JIKA SULAP GAGAL ULANGI LAGI DENGAN MENEKAN TOMBOL F5 ATAU MEREFRESH HALAMAN

Judul: Contoh Makalah Dasar2 Komposisi Kalimat Efektif
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Penulis sigit purnomo
Kang sigit

No comments:

 

POSTING POPULER