Contoh Makalah Sintaksis Pengenalan Wacana


MAKALAH


SINTAKSIS BAHASA INDONESIA
PENGENALAN WACANA
DOSEN PENGAMPU : MUHIBBUL FAHMI, S.Pd

     Di susun Oleh :  

















 




1.     Siti Badriah
2.     Siti Hafazoh
3.     Sigit Purnomo
4.     Suparni
5.     Widya wati

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP YPM BANGKO)
TH. 2010/2011

                                  KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat-Nyalah penulis dapat  menyelesaikan  makalah ini dengan baik.
       Adapun tujuan pembuatan makalah ini ,guna untuk menyelesaikan tugas Kelompok dari mata kuliah Sintaksis Bahasa Indonesia, yang di ampu oleh Dosen yang bersangkutan : Muhibbul Fahmi S.Pd
      Apa bila di temukan kesalahan atau kekurangan dalam makalah ini penulis mohon maaf dan siap menerima masukan dari berbagai pihak, masukan tersebut sangat kami hargai dalam upaya menyempurnakan makalah ini, terimakasih.

                  

                                                                            
Wassalam

                                                                                                   Penulis



                                  Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………….. i
Daftar Isi……………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang………………………………………………. 1
BAB II PEMBAHASAN
     2.1    Pengertian Wacana……………………………………….. 2
     2.2    Alat Wacana………………………………………………….. 3
     2.3    Jenis-jenis Wacana………………………………………… 3
     2.4    Penempatan pesan dalam wacana………………… 4
     2.5    Struktur Internal sebuah wacana…………………... 4
BAB III PENUTUP
     3.1    Kesimpulan…………….……………………………………… 5
     3.2    Saran…………………………………………………………….. 5

BAB I
PENDAHULUAN

1.1         LATAR BELAKANG
                  Bahasa dapat dikaji berdasarkan struktur bunyi , struktur kata, struktur kalimat, struktur teks, struktur makna dan struktur pemakaian bahasa untuk fungsi komunikasi.
      Unsure-unsur bahasa itu berbeda antara yang satu dengan yang lainya, tetapi mereka secara bersama-sama mewujudkan bahasa secara utuh sebagai sarana komunikasi. Wacana sebagai salah satu subsistem dari sintaksis.
      Banyak para ahli mendefinisikan tentang wacana, menurut Edmonson (1981 : 4) mengemukakan bahwa wacana adalah suatu peristiwa terstruktur yang di wujudkan melalui perilaku linguistic. Menurut Duranti, 1992 dan Folay, 1997 : 369) menyatakan bahwa produk dan praktek budaya suatu masyarakat dapat juga di sebut wacana.
      Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang terbesar dan tertinggi yang di dalam wacana terdapat konsep, gagasan, pikiran dan ide. Wacana membahas struktur teks yang merupakan struktur hubungan antar kalimat (Alwi DKK, 1998) objek kajian wacana terkecil adalah paragraph dan objek kajian yang lebih besar lagi dapat berupa esai, artikel, buku dan skripsi.
 
                                                             BAB II
                                 
PEMBAHASAN

2.1.    PENGERTIAN WACANA

           Para penelaah wacana mendefinisikan wacana dari sudut pandang yangt berbeda-beda. Menurut Djaja Sudarma, 1994 : 2 dan wijana, 2004 menyatakan bahwa wacana adalah sebuah cerita pendek, sebuah Novel, atau beberapa paragraf yang bercerita tentang sesuatu dapat di anggap wacana. Menurut. Edmonson (1981 : 4) mengemukakan bahwa wacana adalah sesuatu peristiwa terstruktur yang diwujudkan melalui  perilaku linguistic (Bahasa). Menurut Duranti, 1997, dan Folay, 1997 : 369) menyatakan bahwa produk dan praktek budaya suatu masyarakat dapat juga di sebut wacana.         Dari uraian pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan tertinggi atau terbesar, di dalamnya terdapat konsep, gagasan, pikiran atau ide yang utuh, bisa di pahami oleh pembaca atau pendengar tanpa keraguan apapun.
           Wacana juga di anggap sebagai rekaman kebahasaan yang utuh tentang suatu peristiwa komunikasi baik lisan maupun tulisan.
Dalam suatu pembicaraan lisan, tentu saja penutur dan lawan penutur adalah dua pihak yang dianggap sebagai partisipan. Wacana sebagai suatu bahasa terlengkap dan tinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa yang memenuhi syarat kekohesian atau kekoherensian, berkesinambungan serta mempunyai awalan dan akhiran yang jelas baik yang di sampaika secara lisan maupun tulisan.
           Perhatikan contoh wacana berikut ini :
“Dika dan andi pergi ke toko buku. Dia ingin membeli kamus besar bahasa Indonesia”.
Dari contoh diatas dapat diketahui bahwa wacana tersebut tidak kohesif.


2.2             ALAT WACANA
      Untuk membuat wacana yang kohesif dan koherens dapat di gunakan berbagai alat wacana, baik yang berupa aspek gramatikal maupun yang semantik.

1.      Alat-alat gramatikal yang dapat di gunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain :

a.      Konjungsi, yaitu alat untuk menghubungkan bagian kalimat, atau menghubungkan dengan paragrap.
                   Contoh : Raja sakit karena permaisuri meninggal.
b.      Menggunakan kata ganti Dia, Nya, Mereka, Ini, dan itu sebagai rujukan anafonis.
               Contoh : Rombongan mahasiswa pengunjuk rasa mula-mula                                   mendatangi kantor menteri luar Negri. Sesudah itu mereka                                   dengan tertib menuju gedung  DPR di senayan.
c.       Menggunakan ellipsis, yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama terdapat kalimat yang baik.
                          Contoh : teman saya yang duduk di pojok itu namanya Ali, dia berasal                                                     dari Yogyakarta. Yang di ujung sana namanya namanya  ahmad dari Jakarta.

2.      Dengan menggunakan semantik.
a.      Menggunakan hubungan pertentangan pada kedua bagian kalimat yang terdapat dalam wacana.
b.      Menggunakan hubungan generic, spesifik, atau sebaliknya.
c.       Menggunakan hubungan perbandingan antara isi kedua buah kalimat dalam satu wacana.
d.      Menggunakan hubungan sebab-akibat di antara isi kedua bagian kalimat.
e.      Menggunakan hubungan tujuan isi sebuah wacana.

2.3            JENIS-JENIS WACANA.
1.      Di lihat dari sudut pandang wacana :
a.      Adanya wacana lisan dan wacana tulisan berkenaan dengan sarananya.
b.      Wacana prosa dan wacana puisi.
c.       Wacana narasi.
d.      Wacana eksposisi.
e.      Wacana persuaisi.
f.        Wacana argumentasi.
2.      Berdasarkan cara pengungkapan :
a.      Wacana lisan
b.      Wacana tulisan
c.       Wacana verbal
d.      Wacana non verbal
3.      Berdasarkan konfigurasi makna :
a.      Wacana hartori
b.      Wacana humor

2.4           PENEMPATAN PESAN DALAM WACANA
a.      Teks panjang.
Yang di maksud teks panjang adalah sebuah teks atau wacana yang terdiri dari beberapa paragraph yang di realisasikan kedalam bentuk teks panjang, cerpen, novel, yang memiliki tiga unsur pokok yakni : topic, tema dan judul.
b.      Teks mini.
Teks mini merupakan sebuah teks yang di bentuk linguistiknya kelihatan sederhana secara sintaksis. Teks-teks seperti ini biasanya banyak di gunakan sebagai pengumuman, iklan dll.

2.5           STRUKTUR INTERNAL SEBUAH WACANA.
1.      Kohesi
     Kohesi dan koherensi adalah dua unsur penting yang sangat berperan dalam membangun tekstur sebuah wacana.
Sebuah wacana yang baik harus memiliki unsure-unsur kohesi dan koherensi dalam menata hubungan antar unsurnya.
a.      Kohesi gramatikal
b.      Kohesi leksikal
2.      Koherensi
     Dalam kamus web ster (1983:352) koherensi bagi atas dua bagian yaitu kohesi dan koneksi.
     Kohesi di artikan sebagai suatu perbuatan atau keadaan menghubungkan atau mempertalikan. Sedangkan koneksi adalah hubungan yang cocok dan sesuai atau ketergantungan satu sama lain, dan ketergantungan itu harus rapi. 

                              BAB III
                            PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan pemaparan tentang wacana maka penyaji dapat menyimpulkan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan tertinggi atau terbesar di dalamnya terdapat konsep, gagasan, pikiran atau ide yang utuh sehingga dapat di pahami oleh pembaca atau pendengar. Di dalam wacana terdapat beberapa jenis wacana di antaranya :
1.      Di lihat dari sudut padang wacana :
a.      Wacana lisan dan wacana tulisan
b.      Wacana prosa dan wacana puisi
c.       Wacana narasi dan wacana eksposisi
d.      Wacana argumentasi
2.      Di lihat dari cara segi pengungkapan :
a.      Wacana lisan dan tulisan
b.      Wacana verbal dan non verbal
3.      Berdasarkan konfigurasi makna :
a.      Wacana hartori dan wacana humor.

3.2  Saran

Kami menyadari dalam pembuatan makalah banyk kekjuranganya dari pada kelebihanya. Untuk itu, kami dari penyaji mengharapkan kritik dan saran agar pembuatan makalah yang akan datang bisa lebih baik.


                                                         TERIMAKASIH                                                       

Daftar Pustaka

1.     Chaer abdul : 1994. judul buku linguistic umum, Jakarta : binika cipta.
2.     Mulyono.M : 2003. Tata bahasa baku Indonesia, Jakarta : balai pustaka.
3.     Oktavianus : 2006. Analisis Wacana Lintas Bahasa, Padang : Andalas University.
4.     Anwar.K :1990. Fungsi dan Peran Bahasa, Yogyakarta : Gajah Mada University.
5.     www.wacana.com
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini