Rangga Umara Jualan Pecel Lele Lela Hasilkan 8.2 Milyar Per Bulan

Rangga Umara adalah seorang pengusaha pecel lele yang sangat terkenal penjuru kota bahkan sampai diberbagai negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Kemahiranya dalam bisnis dagang membuat pria kelahiran 3 Januari 1979 menjadi pengusaha terkenal yang pendapatan per-bulan tidak lepas dari 8 Milyar, ia juga sempat hadir sebagai pengisi seminar pada acara Dream Day Universitas Bunda Mulia, 18/05/2013.

Mimpi Rangga Umara, pemilik Pecel Lele Lela menjadi pengusaha sukses akhirnya benar-benar terwujud. Meski perjalanan panjangnya yang tidak selalu mulus diawal karir, namun berkat tekat dan kerja kerasnya mengoptimalkan pendapatan, kini ia telah memiliki 92 outlet Pecel Lele Lela di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya di Indonesia. Keuntungan yang diraihnya pun mencapai milyaran rupiah per bulan.

Lima tahun yang lalu, Rangga memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan salah satu perusahaan di Jakarta. Sarjana Informatika dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini memutuskan untuk menjadi pengusaha pecel lele.
Keputusan itu diambil setelah matanya tertuju pada satu tenda, yakni tenda pecel lele. “Saya melihat tenda penjual lele di seluruh Indonesia sama. Selain itu melihat pecel lele memiliki brand sebagai makanan yang murah,” katanya.

Langkah awal Rangga adalah menentukan nama warung yang dibuatnya. Meski sama-sama berprofesi sebagai penjual pecel lele, namun ia ingin pelanggan barunya dapat menemukan tempat dimana ia jualan dengan mudah. Ia menamakannya Pecel Lele Lela. Sekilas kata "LELA" menyerupai nama seseorang, namun faktanya Lela bukanlah nama siapapun termasuk istri atau anaknya. LeLa merupakan singkatan dari "Lebih Laku". Ia percaya bahwa nama yang bagus akan mendatangkan berkah, sebab nama adalah DO'A.
Menurutnya, nama itu dibuat dengan pikiran, bagaimana kalau usahanya nanti ramai dan orang mengantri untuk makan di restorannya nanti.
Pengusaha kelahiran 1979 ini sesungguhnya kurang piawai dalam urusan masak memasak, ia mencari tukang masak dan menyewa sebuah tempat berukuran 2 x 3 meter dengan biaya sewa sebesar Rp. 250 ribu per bulan.

Pada 2007, Rangga membuka usaha pecel lele pertamanya di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Modalnya didapat dari hasil menjual jam tangan, handphone, parfum, dan alat penggetar perut yang ada di rumah. Totalnya Rp 3 juta. Ia lantas menggandeng temannya yang pintar meracik bumbu.

Pada hari pertama jualan, keuntungan Pecel Lele Lela hanya berkisar sekitar Rp.20 ribu saja, begitupun hari kedua, ketiga, sampai bulan ke lima, hasilnya pun sama saja, bahkan mines. “Pernah sampai 200 ribu, itu pun yang datang adalah keluarganya saja,” jelasnya.

Dengan uang seadanya, Rangga memutuskan pindah tempat. Saat itu, ia membuat gerakan warung sepi di kawasan yang lebih strategis. Ia pun mendatangi pemilik warung sepi untuk diajak kerja sama.
Setelah bernegosiasi dengan pemilik warung, akhirnya pemiliki warung mengajak Rangga menerapkan sistem setoran sebesar satu juta per bulan. Ia menyetujuinya. Warung sepi itu kemudian didesain sedemikian rupa dan diberi poster agar terlihat lebih menarik.

Usaha yang ia lakoni dengan beragam cara, sepertinya baru kali ini ia benar-benar berhasil dengan hasil yang cukup memuaskan. Buktinya, selama satu bulan dikelola, Rangga langsung meraup untung hingga 3 juta per bulan.

Semangat Rangga untuk mengubah hidupnya pun semakin tak dapat dibendung. Rangga merencanakan menambah keuntungannya dengan membuka 10 cabang dalam satu tahun. Kemudian 100 cabang dalam lima tahun. Ia berharap dengan 10 cabang tersebut akan mendapat keuntungan Rp. 100 juta juta per bulan.

Pecel Lele Lela pun terus berkembang. Tak sampai lima tahun, keuntungannya mencapai Rp. 8.2 milyar per bulan. Sungguh luar biasa untuk pengusaha pecel lele.
Dari apa yang sudah dilewatinya. Bagi Rangga, untuk memulai usaha itu seperti masuk kamar Mandi. Tidak perlu mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk mandi.
“Coba saja dulu. Kalau sudah masuk nanti juga dipikirkan yang kurang,” jelas rangga.

Meski pegusaha restoran, rangga mengaku hingga saat ini dia tidak bisa masak. Baginya, yang penting pengusaha restoran adalah bagaimana cara mencari tukang masak yang profesional meski dengan gaji yang besar namun sesuai dengan keahlian yang mereka punya.
URL

2 Tanggapan » Lihat

Saya Irham dari Greenpack. Jika Anda adalah pengusaha rumah makan atau restoran, maka sebaiknya Anda harus menggunakan Box Makanan yang berbahan food grade untuk kenyamanan dan kepuasan pelanggan Anda.

ia terimakasih gan atas saran dan masukannya..

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini