Cara Tepat Mengatasi Pembusukan Buah Tanpa Modal/ Alami


Cara Tepat Mengatasi Pembusukan Buah Tanpa Modal/ Alami
Lalat buah merupakan salah satu hama/ penyakit yang cukup ganas pada tanaman buah di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Anda tentu pernah mendapati lalat buah ketika mengupas kulit buah seperti buah mangga dan lainnya. Tanaman buah atau yang kerap dinamakan hortikultura oleh keilmuan diduga menjadi target serang lalat buah. Lalat buah (jw. uler) adalah pemicu utama pembusukan daging buah. Meskipun terkadang kulit terlihat mulus, namun rupanya isi/ daging dipenuhi dengan lalat.
Di Indonesia pada tahun 2008 telah ada sekitar 66 spesies lalat buah, termasuk spesies yang sangat merusak yaitu Bactrocera spp, yang menyerang buah-buahan seperti durian, pakel, belimbing, jambu air, jambu biji, jambu bol, jambu mente, mangga, nangka, pisang, nanas, sukun, semangka, alpukat, melon, cabai dsb.

Tahukah Anda Bagaimana Cara Lalat Buah Masuk Kedalam Daging Buah?
Terkadang kita mengira bahwa buah yang kulitnya utuh/ tidak ada lubang 100% terbebas dari pembusukan daging. Ternyata fakta menyatakan hal berbeda. Cara kerja lalat buah hanya bertelur di dalam buah-buahan, dan Larva atau belatung yang menetas dari telur inilah yang akan menyerang daging buah, sehingga buah menjadi busuk. Jika ini dibiarkan maka bisa saja tidak ada bagian daging yang dapat kita konsumsi.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Lalat Buah Secara Efektif
Berdasarkan dari pengalaman pribadi, bulan lalu saya mendapati hampir semua buah mangga dalam satu pohon busuk semua. Sangat jengkel saya ketika itu, padahal untuk bagian luarnya/ kulit masih terlihat mulus dan baik-baik saja. Lalu saya coba cari tahu solusinya kepada teman saya dan berkata; "ah itu soal gampang. Bungkus saja buahnya dengan plastik satu persatu maka dijamin 99.99% buah tidak akan membusuk".

Lalu beberapa hari kemudian saya coba lakukan apa saran dari teman saya itu dimulai dari 3 buah sebagai sampel. Alhasil setelah 3 minggu kemudian saya petik buahnya ketiga-tiganya bagus semua. Jangankan busuk, bergaris kehitamanpun tidak.

Nah darisini dapat saya simpulkan bahwa membungkus buah dengan plastik bekas adalah cara termudah membasmi ulat buah. Selain mudah dan praktis juga tidak memerlukan modal sepeserpun, sebab kita dapat menggunakan plastik bekas untuk membungkusnya asalkan plastik tersebut bersih dari minyak.

Namun jika Anda ingin membungkus hingga ratusan, maka saya sarankan untuk membeli plastik bening yang biasa digunakan untuk mencetak es batu. Namun jika yang akan dibungkus bentuknya lebih besar, seperti nangka, durian dan lainya maka perlu pembungkus yang lebih besar pula. Anda dapat memanfaatkan karung bekas yang terbebas dari bahan kimia seperti pupuk dsb.

Upaya pengantongan atau pembungkusan buah dalam areal kebun yag sangat luas, dengan pohon yang tinggi, dan berbuah lebat memang kurang praktis. Namun, bila upah tenaga kerja murah dan banyak tersedia, maka upaya tersebut bisa dilakukan. Keuntungan dari cara pembungkusan ini adalah buah-buahan bisa terhindar dari serangan lalat buah selain bersih, mulus, tanpa pencemaran bahan kimia.

Sistem pengantongan/pembungkusan buah ini tidak mahal dan mudah dilakukan, hanya saja sedikit ribet jika yang dibungkus ada banyak, namun trik ini terjamin 99,99% dapat melindungi buah dari serangan lalat buah.

Bahan pembungkus tidak terbatas hanya dengan plastik dan karung saja, Anda juga dapat menggunakan bahan lainya seperti  kertas buku, kertas karbon, plastik hitam, daun pisang, daun jati, ataupun kain untuk buah-buahan yang tidak terlalu besar seperti belimbing, jambu batu, dsb.

Dalam pembungkusan buah, apapun bahan yang digunakan, syaratnya tidak mudah rusak, gelap, dan dapat menjaga kelembaban dalam pembungkus. Setiap jenis pembungkus mempunyai kelebihan maupun kekurangannya.

Apa Cara Ini Bisa 100% Berhasil?
Jawabannya cukup simple, yaitu Tidak. Buah yang Anda bungkus tidak selalu terbebas dari ulat buah. Ada beberapa faktor yang menghambat kinerja pembungkusan buah, salah satunya adalah Kapan Dimulainya Pembungkusan.

Bagian ini cukup penting diketahui karena tujuan pembungkusan akan tercapai jika disaat kita membungkus kondisi buah sedang dalam keadaan belum terserang lalat.

Untuk beberapa jenis buah, Anda setidaknya membungkus ketika umur buah sedang muda/ dini, namun tidak baik juga bila membungkus ketika umur buah masih pentil.
Keuntungan lain setidaknya jika saat pembungkusan sudah dalam keadaan busuk maka pencegahan dapat dilakukan agar pembusukan tidak merambat kedaging disampingnya.

Selain berguna mencegah terserangnya lalat buah, pembungkusan ini juga berguna untuk mengusir Kelelawar dan mencegah burung pemakan buah.

Silahkan dicoba jika masih ada pertanyaan bisa ditulis pada kotak komentar. Terimakasih telah membaca tutorial ini semoga bermanfaat. Jika Anda berniat ingin mengambil sebagian atau seluruh informasi ini untuk tugas sekolah, dipublikasikan pada blog dan disebarkan pada media sosial, diharapkan untuk menulis sumber artikel ini sebagai penanggung jawab tulisan.
URL

2 Tanggapan » Lihat

Hidup lebih sehat jika tidak menggunakan plastik. Lingkunganpun menjadi lebih nyaman karena tidak ada limbah yang sulit dihancurkan.
Jika Anda sedang mencari Dus Makanan yang dapat menambah nilai jual produk Anda. Maka Anda bisa mencoba menggunakan Greenpack.

plastik-plastik tersebut apabila setelah digunakan masih dalam kondisi bagus, masih bisa dipakai untuk membungkus yang lain :)
tapi untuk pencemaran saya rasa itu benar, dan untuk memusnahkannya adalah dengan cara membakar.

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini