Memilih Obat Demam Anak dan Dewasa di Apotik

Ilustrasi Panas Demam Anak

Demam sering kita alami disaat kondisi tubuh sedang tidak normal atau tidak fit. Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Namun tidak menutup kemungkinan demam juga akan kita alami disaat terkena air hujan berlebihan dan terkena debu yang tebal.

"Dikutip dari laman Ozan Basar,  demam bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala akan adanya penyakit. Pada saat demam, panas tubuh akan naik di atas normal namun yang kita rasakan adalah kedinginan.

Dengan demam, tubuh secara alami mengaktifkan sistem pertahanannya. Bakteri maupun virus akan mati pada suhu tinggi. Panas tubuh yang tinggi dapat mematikan bakteri. Selain itu sel darah putih akan lebih aktif bekerja melawan bakteri atau virus pada saat demam. Oleh sebab itu, sebenarnya demam merupakan pertanda baik, bahwa sistem kekebalan dan pertahanan tubuh tengah bekerja.

Sebuah situs kesehatan terkenal yaitu Mayo Clinic justru menganjurkan jika untuk penyakit yang tidak parah dan berbahaya, demam tidak usah diobati. Sebab jika kita demam dan minum obat penurun panas, justru hal tersebut akan menghentikan kerja tubuh meningkatkan kekebalan dan melawan infeksi!!"

Anda dapat menemukan obat penurun panas diapotik terdekat dengan berbagai merek sesuai dengan kantong Anda.

1. Parasetamol Obat Demam

Obat ini paling banyak digunakan karena dipercaya lebih aman digunakan, bahkan oleh bayi sekalipun. Pemakaian dalam dosis berlebih dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Parasetamol tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet/ pil, sirup, tetes maupun suppositoria. Jika ada yang takut minum obat karena pahit dan semacamnya, maka alternatifnya adalah dengan menggunakan suppositoria yang dimasukkan lewat dubur.

Untuk penggunaan obat tetes harus ekstra hati-hati. Sebab obat tetes ini mengandung parasetamol dalam konsentrasi yang tinggi. Agar tidak over dosis, volume pemberian harus tepat. Kesalahan volume 0,3 ml berarti anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak dibanding dosis yang seharusnya.

Berikut adalah merek obat-obat parasetamol :
Panadol, Alphagesic, Alphamol, Analpim, Biogesic, Bodrexin Demam, Dumin, Cupanol, Erphamol, Farmadol, Fevrin, Grafadon, Naprex, Lanamol, Nufadol, Ottopan, Pamol, Pyrexin, Sanmool, Tempra, Xepamol, Turpan dll.

2. Ibuprofen Obat Demam

Jika obat parasetamol tidak manjur, maka obat berikutnya yang dapat Anda gunakan adalah ibuprofen.

Pemakaian obat ini tidak boleh berbarengan dengan parasetamol, jika diberikan bersamaan mengakibatkan over dosis.

Sebenarnya kinerja Ibuprofem dalam menurunkan panas lebih cepat dibanding parasetamol. Namun sayangnya efek samping yang lebih tinggi membuat kebanyakan orang lebih memilih parasetamol.

Ibuprofen sebaiknya jangan diberikan pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Juga jangan diberikan pada kondisi demam yang disertai dehidrasi dan muntah. Juga tidak boleh diberikan pada penderita demam berdarah, sebab hal ini akan meningkatkan resiko pendarahan.

Berikut adalah obat merek obat-obat ibuprofen:
Proris, Anafen, Arfen, Arthifen, Brufen, Bufect, Dofen, Dolofen, Ethifen, Farsifen, Fenatic, Fenris, Prosic, Ibufenz, Lexaprofen, Profen, Ribunal, Yarifen dll.

Satu pertimbangan penting dalam memilih obat.

Utamakan keamanan obat dibanding kemanjuran. Apalah artinya obat manjur namun tidak aman. Begitu juga dalam memilih obat demam, baik untuk anda sendiri maupun anak-anak.
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini