Kisah Lucu Seorang Petani Membeli HP

Humor ini menceritakan kisah seorang petani yang baru mengenal teknologi canggih. Suatu saat ketika mendapat kabar bahwa salah satu saudaranya dijawa mengalami musibah, ia sontak car-cari alat agar bisa terhubung dengan mereka dan bisa berkomunikasi dengan bebas.

Setelah mendapat saran dari tetangganya yang rumahnya bersebelahan itu, akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah handphone di konter yang lokasinya rada jauh dari rumah.

Singkat cerita, akhirnya pak petani sampai juga dikonter, dan terjadilah percakapan antar petani dengan penjaga konter.

"Pak, ada henpon yang bisa buat telpon kejawa?" tanya petani itu sambil melihat-lihat model hp terpajang didalam kaca.

"Oh ad pak, semua hp yang kami jual bisa telfon kemanapun, bahkan keluar negri sekalipun." Jawab sipenjual dengan nada meyakinkan.

"Wah hebat ya, bisa telpon pak obama dong" Jawab petani tersenyum kagum.

Setelah 10 menit berselang, akhirnya pak petani sudah mendapatkan model hp incaran.

"Yang itu harganya berapa pak" Tanya petani itu sambil menunjuk-nunjuk salah satu hp yang dipajang.

"Ooh itu hp android terbaru, harganya 1,5 juta saja pak." Jawab penjual sambil tersenyum ramah.

"Bisa dikurangi pak, saya ada duit cuma 1,2 juta." Jawab pak petani berusaha bernegosiasi.

"Baiklah, untuk bapak bisa kami kasih harga segitu, tapi tanpa Memory dan SIM-card. Bpk sudah punya kartu SIM?" Tanya penjual toko itu sambil membuka tutup casing.

"Loh perlu SIM juga ya? tanya petani itu sembil membuka dompet, mengeluarkan SIM mengemudinya.

"Maaf pak, bukan sim mengemudi maksud saya, tapi nomor dari operatornya. Kalau begitu apa sekalian sama SIM card nya Pak? tambah 10ribu." Pungkas penjual toko coba menawar.

"Oh yadeh, kalau begitu sekalian sama SIM card-nya." Jawab petani itu kalem.
"Tapi Pak, maaf, Bapak tinggal di daerah mana?
"Saya? di Sungai Ujung, Desa Suka Malas." Jawab petani itu sambil mengarahkan jari telunjuknya.
"Wah, setau saya di sana nggak ada sinyal Pak." Jawab sipenjual.
"Oh yaudah, kalau begitu bungkus sekalian sama sinyal-sinyalnya, saya beli". Kata petani itu sambil mengambil 3 lembar ratusan ribu.
Penjaga toko : @#$%^@#$%
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini