Misteri Penyebab Kelumpuhan Tidur (Sadar Tapi Seperti Orang Lumpuh)

Ilustrasi Tindihan
Kelumpuhan tidur sering dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis. Kebanyakan bagi mereka yang masih mempercayai adanya ketrerkaitan duniawi dengan dunia gaib, kelumpuhan tidur merupakan gangguan mahluk akstral seperti setan atau jin pada saat kita tertidur.
Seseorang ketika sedang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara, tidak bisa berbuat apa-apa meskipun kondisi kita pada saat itu sudah setengah sadar dan mata tidak mejam lagi. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram atau mimpi buruk.

Apa penyebab Tindihan?
Dikutip dari Wikipedia Indonesia, Kelumpuhan tidur secara medis diyakini terjadi akibat terganggunya fase tidur REM, yang menyebabkan terjadinya atonia otot lengkap yang mencegah seseorang untuk bertindak di luar mimpi mereka. Kelumpuhan tidur telah dikaitkan dengan gangguan lainnya seperti narkolepsi, migrain, gangguan kecemasan, dan apnea tidur obstruktif.

Jika diklasifikasikan, Tindihan dapat diperluas menjadi dua type.
1. Kelumpuhan Tidur Terisolasi (ISP)
2. Kelumpuhan Tidur Terisolasi Berulang (RISP)
Dari kedua tipe tersebut, yang lebih mengerikan adalah pada poin dua (RISP).
Ada beberapa perbedaan dari kedua tipe tersebut dan yang paling mencolok adalah durasinya.

Kelumpuhan tidur terisolasi lebih umum terjadi jika dibandingkan dengan yang berulang (RISP).
Kelumpuhan tidur ISP terjadi hanya sekali seumur hidup, durasi kelumpuhan relatif singkat, biasanya tidak lebih dari satu menit.
Sedangkan Kelumpuhan tidur terisolasi berulang (RISP) bisa digolongkan ke dalam kondisi kronis. Selain durasinya yang lumayan lama, sekitar satu jam lebih, tipe ini juga memaksa individu harus mengalami tindihan berulang kali sepanjang hidupnya.

Saat seseorang tengah tertidur dengan kondisi tubuh yang amat lelah. Meskipun anggota tubuh sedang tertidur, namun otak manusia masih tetap terjaga, seperti mata yang masih dapat berkedip, bisa melirik kanan kiri, masih bisa melihat situasi dan telinga masih dapat mendengar namun kurang begitu tajam.

Kelumpuhan tidur/ tindihan kerap kali dirasakan saat tidur telentang menghadap ke atas dan ada juga yang tidur dengan posisi miring. pasa posisi ini biasanya anggota badan kita ada yang tertindih, seperti tangan yang tertindih badan dan sebagainya. Akibatnya darah tidak bisa mengalir dengan normal dan menyebabkan tubuh menjadi terasa mati.

Sedangkan bila dilihat dari sudut pandang mistis, fenomena tindihan merupakan gangguan jin jahat. Dimana saat kondisi tubuh Manusia dalam keadaan lemah secara fisik/ mental, kurang beristirahat/ tidur, ditambah dengan tidak membaca doa sebelum tidur. Akibatnya, kita akan sangat sulit untuk bangun dan bernapas karena ada yang menindih dan mendekap tubuh kita. Rasa takut yang luar biasa masih kita rasakan meski telah terbebas beberapa detik kemudian. Namun ketakutan yang lebih ekstrem biasanya disaat kita sedang mengalami mimpi buruk tersebut. Dengan spontan kita akan mengucap syukur setelah kita terbebas dari tindihan yang mengerikan itu dan langsung menggerak gerakkan anggota badan.
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini