Jenis dan Ciri-ciri Hewan yang Haram Menurut ISLAM

Mengenal Binatang Apa Saja Yang Diharamkan Syari’at
Allah menciptakan segala sesuatu yang ada dipermukaan bumi untuk saling melengkapi. Seperti; tumbuhan memerlukan kotoran hewan sebagai pupuk mereka, hewan memerlukan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan tumbuhan dan hewan untuk bisa terus hidup dan berkembang. Namun manusia memiliki banyak kelebihan dibanding mereka, seperti; Dijadikannya manusia sebagai khalifah/ mahluk sempurna diantara mereka yang diciptakan allah. Seperti akal, nafsu, ilmu, dan masih banyak lagi yang lainya.

Namun untuk manusia, ada beberapa kriteria hewan yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Allah Ta’ala berfirman:
Ayat: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِيالْأَرْضِ جَمِيعًا (البقرة:29)
Artinya: "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu"

5 Penyebab Mengapa Makanan & Minuman Menjadi Haram
Para Ulama telah menjelaskan bahwa sebab diharamkannya makanan dan minuman disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1. Jika Membahayakan
2. Jika memabukkan
3. Jika mengandung najis
4. Jika dianggap jorok/ menyelisihi tabi’at yang salimah
5. Jika cara mendapatkannya dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh syari’at.

1. Hewan-hewan yang diharamkan Syari’at Islam

Tidaklah Allah Dan Rasul-Nya mengharamkan sesuatu melainkan disana banyak hikmah dan kebaikan bagi Umatnya.

Berikut beberapa hewan yang tidak boleh dimakan umat Muslim

1. Bangkai
Definisi : Bangkai adalah hewan yang telah mati dan kematiannya bukan karena disembelih dengan cara yang benar/ sesuai syari’at islam, seperti mati tercekik, tercebur kesungai, tertabrak benda keras dan sebagainya. Potongan hewan yang masih hidup juga termasuk bangkai, misal salah satu kaki sapi terputus karena tertumbur mobil, jika sapi masih hidup, maka kaki yang terputus itu menjadi bangkai.
Yang dikecualikan(dihalalkan) dari bangkai adalah: bangkai belalang dan ikan/ hewan air.

2. Daging babi
Termasuk lemaknya, dan seluruh bagian tubuhnya yang lain.

3. Hewan yang disembelih dengan selain nama Allah.

4. Hewan yang disembelih untuk selain Allah.
Semisal hewan yang disembelih untuk acara-acara yang berbau kesyirikan, seperti: sedekah laut, tumbal tanah, tumbal bangunan dll.

Keempat jenis hewan tersebut tercakup dalam firman Allah Ta’ala sbb:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُوَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِوَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَاأَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ(المائدة:3)
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala."

2. Hewan yang diharamkan oleh Sunnah Rasulullah

Hewan yang diharamkan di dalam hadits-hadits Nabi antara lain:
1. Keledai jinak
Dalam hadits Ibnu Umar Radhiyallohu ‘anhuma disebutkan:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليهوسلم – نَهَى يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ
"Bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang mengkonsumsi daging keledai jinak" (Muttafaqun ‘Alaih).

2. Segala hewan yang bertaring
Abu Tsa’labah Radhiyallohu ‘anhu berkata:
نَهَى النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السَّبُعِ
"Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang melarang memakan setiap hewan bertaring yang buas" (Muttafaqun ‘Alaih).

3. Segala jenis burung yang bercakar tajam/ burung pemangsa
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَىرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السِّبَاعِوَعَنْ كُلِّ ذِى مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ
Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang melarang memakan setiap hewan bertaring yang buas dan burung yang bercakar tajam" (HR. Muslim).

4. Jallaalah
Jallalah adalah Hewan halal yang mayoritas makanan utamanya adalah barang najis sehingga menjadi haram dimakan dan diminum susunya.
Ibnu Umar Radhiyallohu ‘anhuma berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليهوسلم- عَنْ أَكْلِ الْجَلاَّلَةِ وَأَلْبَانِهَا
"Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang (memakan)daging jalalah dan (meminum) susunya" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).
Jallaalah akan kembali menjadi hewan halal apabila hewan jallaalah tersebut dikurung selama tiga hari dan selama waktu tersebut hewan itu diberi makanan yang bersih. Para ulama ada yang mengatakan bahwa waktu mengurung jallaalah itu bisa sampai 40 hari.

5. Tikus
6. Kalajengking
7. Burung gagak
8. Burung elang/rajawali
9. Anjing galak (الْكَلْبُ الْعَقُورُ).
Para Ulama berselisih pendapat tentang maksud dari anjing galak/ Al-Kalbul ‘Aquur, Jumhur ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud "Al-Kalbul‘Aquur" adalah anjing itu sendiri (anjing yang kita kenal, kecuali yang dimanfa’atkan untuk menjaga kebun/ berburu) dan seluruh hewan buas yang menerkam mangsa seperti harimau/ macan, serigala, singa dan semisalnya. Bahkan Zaid Bin Aslam Rahimahullah memasukkan ular kedalam jenis "Al-Kalbul ‘Aquur" sebagaimana hal ini dikutip oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Atsqalaani dalam Al-Fath.

10. Ular
11. Cicak/ tokek

Keharaman hewan-hewan tersebut (no.5-11) dikarenakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam memerintahkan kita untuk membunuhnya. Dan diantara kaedah pengharaman hewan yang dijelaskan oleh para ulama adalah "Setiap binatang yang syari’at memerintahkan kita untuk membunuhnya".

Perintah untuk membunuh tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan anjing galak (الْكَلْبُ الْعَقُورُ) terdapat dalam hadits ‘Aisyah, beliau Radhiyallahu‘anha mengatakan bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِىالْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ،وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ (أخرجه البخاري و مسلم)
"Lima hewan fasiq (pengganggu) yang hendaknya dibunuh walaupun ditanah haram, yaitu: tikus, kalajengking, burung elang, burung gagak, dan anjing galak" (HR.Bukhori, Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خَمْسٌفَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحِلِّ وَالْحَرَمِ الْحَيَّةُ وَالْغُرَابُالأَبْقَعُ وَالْفَارَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْحُدَيَّا
"Lima hewan fasiq (pengganggu) yang hendaknya dibunuh baik ditempat halal (selaintanah haram) maupun ditanah haram, yaitu: ular, kalajengking, burung gagak, anjinggalak, burung elang" (HR. Muslim)

Begitu pula tentang cicak/ tokek(الْوَزَغ), cicak/ tokek termasuk "fawasiq" yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk membunuhnya.
عَنْأُمِّ شَرِيكٍ – رضى الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ « كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِالسَّلاَمُ »

Dari Ummu Syarik Radhiyallohu ’anha, bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan membunuh cicak/ tokek dan bersabda: "Dahulu cicak ikut meniup api yang akan membakar Ibrahim ‘Alaihissalam"(HR.Bukhori).

Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan pahala yang banyak/ keutamaan dalam membunuh cicak.
مَنْقَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِىالثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ
"Barangsiapayang membunuh cicak dengan sekali pukul maka dia mendapatkan seratus kebaikan, dan siapa yang membunuhnya dengan dua pukulan maka mendapat pahala yang kurang dari itu, dan barang siapa yang membunuhnya dengan tiga pukulan maka dia mendapat pahala yang lebih sedikit lagi" (HR.Muslim)

Semut
Lebah
Burung Hud-hud
Burung Shurad
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : نَهَىرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَالدَّوَابِّ : النَّمْلَةِ ، وَالنَّحْلَةِ ، وَالْهُدْهُدِ ، وَالصُّرَدِ
"Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata: "Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang membunuh empat hewan, yaitu; semut, lebah, burung hud-hud, burung shurad" (HR.Bukhori)

Katak
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ قَالَ : ذَكَرَطَبِيبٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَوَاءً ،وَذَكَرَ الضُّفْدَعَ يُجْعَلُ فِيهِ ، فَنَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الضُّفْدَعِ (أخرجه أحمد و ابن ماجه و الدارمي
Abu Abdirrahman Bin Utsman Radhiyallahu ‘anhu berkata: "seorang dokter bercerita tentang obat dihadapan Rasulullah, dia menyebutkan bahwa bahan obat itu adalah katak, lalu Rasulullah pun melarang membunuh katak "(HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Darimi).
Para Fuqaha mengharamkan kelima hewan diatas (no.12-16) dikarenakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang kita untuk membunuhnya. Jika membunuhnya saja haram, maka dengan cara apa kita hendak memakannya?

Selain hewan-hewan diatas para ulama memiliki beberapa kaedah fiqhiyyah dalam menentukan hukum akan haramnya suatu binatang yang belum ada nashnya yang jelas baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah Ash-Shahihah, yaitu:
1. Setiap hewan yang memakan benda najis dan menjijikkan (النجاساتوالخبائث).
2. Setiap hewan yang di lahirkan dari hasil silang antara binatang halal dan binatang haram (تولدبين مأكول وغيره).
3. Setiap serangga yang membahayakan.

Sumber Penulis: Abu Hatim Abdul Mughni, BA. (Muslim.or.id)
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini