Penyebab Terjadinya Petir Menyambar Diwarnai Cahaya Kilat

Petir atau yang lebih akrab dilidah orang jawa dengan nama geledek merupakan suatu gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan. Secara kasat mata, proses berlangsungnya petir atau halilintar tidak bersamaan dengan kilat bercahaya terang yang sedang memotret bumi.

Biasanya sesaat setelah di langit muncul kilatan cahaya, maka tak lama kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut dengan petir.

Padahal sebenarnya kedatangan petir dengan kilat itu bersamaan, namun karena cahaya dapat merambat lebih cepat ketimbang suara, makanya selalu diawali kilat terlebih dahulu, baru kemudian beberapa saat petir tersebut menunjukkan kegagahannya.

Seperti dilansir dari Rumaysho, Cahaya merambat lebih cepat (186.000 mil / 299.338 kilometer per detik) bila dibandingkan suara (sekitar 700 mil / 1.126 kilometer per jam, bervariasi tergantung temperatur, kelembapan dan tekanan udara). Sehingga suara gemuruh biasanya terdengar beberapa saat setelah kilatan terlihat.

Proses terbentuknya petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan kapasitor raksasa, di mana pada lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) sedangkan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral).

Kapasitor merupakan sebuah komponen pasif dari rangkaian listrik yang dapat menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terbentuk dari awan ke awan (intercloud), di mana salah satu awan bermuatan negatif beradu dengan awan lainnya yang bermuatan positif.

Petir bisa terjadi dimungkinkan adanya perbedaan potensial, yakni dari awan dan bumi atau awan dengan awan lainnya. Awan bergerak secara terus menerus secara teratur dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.
Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan.
Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Nah, jika elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka terjadilah ledakan suara.

Petir jarang terjadi disaat cuaca cerah, karena perlu kadar air yang tinggi sehingga apabila dimusim penghujan daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir.

"Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan"
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini