Inilah 6 Langkah Utama Mendirikan Perusahaan

Ketika Anda memiliki usaha kecil-kecilan, mungkin tidak membutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun tentunya Anda akan mendapat kerugian jika suatu saat produk atau ide yang Anda dicuri oleh orang lain dan ia gunakan.

Nah dengan mengantongi SIUP, maka Anda akan mampu protes atau meminta hak Anda jika kasus tersebut terjadi. Anda juga meyakinkan pelanggan dengan menambahkan logo dan merk kusus.

Berikut data-data yang diperlukan dalam mendirikan perusahaan:

Nama Perusahaan
Bidang Usaha
Domisili Perusahaan
Nama-Nama Pemegang Saham & KTP
Komposisi Pemegang Saham
Modal Dasar Perusahaan(Minimal Rp51.000.000)
Modal Disetor (Minimal Rp51.000.000)
Susunan Direksi dan Komisaris
KTP Direktur dan Komisaris
NPWP Direktur
Fasfoto 3x4 2 lembar

Berikut proses mendirikan perusahaan resmi

1. Buat Akte Perusahaan
Anda diwajibkan membuat akte perusahaan karena sifat perusahaan berbadan hukum. Adapun isi atau bagian yang ada didalam akte perusahaan diantaranya: informasi tentang nama perusahaan, bergerak di bidang apa, nama para pemilik modal, modal dasar, modal disetor, pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama, direktur, dan para komisaris.

2. Dapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU).
Surat ini bisa Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. Berdasarkan surat ini, Camat akan mengeluarkan surat keterangan yang sama.

Untuk mendapatkan surat keterangan domisili/alamat perusahaan, Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda (copy). Terkadang, petugas kelurahan perlu tahu tempat usaha Anda, apakah kontrakan atau milik sendiri. Bila sewa, mereka akan bertanya copy perjanjian sewa menyewa. Bila milik sendiri, mereka akan meminta copy sertifikat tanah dan IMB. Kadang, ada juga yang minta copy bukti bayar PBB. Hal tersebut untuk memastikan apakah sudah lunas atau belum.

Biasanya pengurusan SKDU dipungut biaya administrasi, namun tentunya berbeda-beda setiap wilayah.

3. Mengurus NPWP perusahaan.
Untuk mendapatkan NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Biasanya proses pengurusan NPWP hanya butuh waktu setengah jam saja, tapi jika sedang ramai yang bisa ber jam-jam..

Ada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah tertentu meminta copy SK Menteri tentang Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan. Ada juga yang hanya meminta akte dan sk domisili.

4. Dapatkan Surat Keputusan Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan dari Departemen Hukum dan HAM.
Untuk mendapatkan surat ini, diperlukan salinan akte perusahaan dan Surat Keterangan Domisili.

5. Mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
Mengurus SIUP relatif sama di berbagai tempat.

6. Mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
Biasanya pengurusan TDP hanya dilakukan setelah Anda mendapatkan SIUP. Pada pemda tertentu, Anda dapat mengurus SIUP dn TDP sekaligus. Persyaratannya relatif sama untuk berbagai daerah.

Pada artikel diatas kami menerangkan hanya garis besarnya saja, silahkan periksa artikel terkait kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Terimakasih telah membaca artikel kami, semoga bermanfaat.
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini