Mengapa Rokok Bisa Bikin Kecanduan dan Kepala Pusing


Rokok mengandung jumlah nikotin yang bervariasi dalam setiap bungkusnya. Kandungan itu bisa dilihat dari bungkusnya yang berjejer dengan kandungan TAR. Nikotin inilah yang membuat orang kecanduan setelah terbiasa merokok. Zat yang sangat adiktif pada nikotin bisa menyebabkan ketergantungan.

Apa itu Nikotin?

Dikutip dari WikiPedia, Nikotin/Nikotina adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Nikotin berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun.
Nikotin merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.
Juga, Nikotin akan dapat mempengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, cairan kimia pada otak yang mengendalikan rasa bahagia dan rileks. Saat efek nikotin mulai bekerja, maka level mood dan konsentrasi akan mulai berubah. Para pecandu rokok dapat merasakan efek tersebut terasa nikmat dan menyenangkan.

Perubahan yang ditimbulkan sangat cepat. Ketika seseorang menghisap rokok, nikotin akan langsung menuju ke otak dimana efeknya mulai bekerja. Itulah mengapa perokok sangat berketergantungan terhadap efek nikotin tersebut.

Di saat bersamaan, ketika tidak seimbangnya kimia di otak akibat jumlah dopamin dan norepinephrine yang terlalu berlebiham, otak akan mencoba untuk terus menyeimbangkannya. Sistem pertahanan otomatis akan mengeluarkan semacam kimiawi yang disebut “anti-nikotin”. Cairan kimia “anti-nikotin” inilah yang membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang saat tidak merokok. Keadaan seperti ini yang menyebabkan seseorang ingin menghisap rokok kembali untuk meningkatkan mood dan menjadi rileks kembali.

Biasanya, bagi perokok baru/ yang masih coba-coba, kecanduan nikotin pertama kali akan ditandai dengan kepala yang pusing bukan main. Terasa seperti masuk angin dan tidak jarang yang demam hingga beberapa hari.

Jadi, jika Anda belum terlanjur kecanduan rokok, sebaiknya jangan coba-coba. Atau jika tetap harus dilakukan, sebaiknya pilih yang kandungan nikotin seminimal mungkin agar tidak terlalu agresif menghisap rokok.
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini