Cara Hitung Pajak Penghasilan Perorangan (PPh 21)

Secara prinsip, menghitung pajak penghasilan pribadi diselesaikan pada akhir tahun, yaitu ketika Anda telah mendapatkan seluruh data-data penghasilan dalam setahun ini.

Jika Anda bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan, pada bulan januari Anda akan mendapatkan Bukti gaji yang terpotong pajak. Pemotongan Pajak Penghasilan SPT Tahunan (1721-A) dari sebagian (SDM) Sumber Daya Manusia tentang penghasilan total Anda di tahun berjalan, pajak penghasilan yang telah disetorkan ke negara dan informasi lainnya digunakan untuk Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak.

Bila pekerja honorer/ pegawai negri ingin bagaimana menghitung (kalkulasi) pajak penghasilan bulanan, berikut adalah langkah-langkah hitungannya.

Hal ini seperti yang tercantum di Undang-Undang No.36 tahun 2008 (Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan) dengan asumsi bahwa Anda tidak/belum punya penghasilan lain. (http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2008/36TAHUN2008UU.HTM)

1. Hitung penghasilan kotor (bruto) Anda dalam 1 bulan.
Maksud dari penghasilan bruto adalah penghasilan kotor, baik yang telah terpakai maupun belum, diantaranya: gaji pokok (basic salary), tunjangan transport (jika ada), tunjangan perumahan (jika ada), premi Jaminan Kecelakaan Kerja, premi Jaminan Kematian, premi asuransi kesehatan dan tunjangan lainnya yang sifatnya teratur.

Selain yang tertulis diatas, bonus, uang cuti, uang lembur, uang perjalanan dinas, tunjangan hari raya dan tunjangan lain juga termasuk dalam penghasilan bruto Anda. Semua komponen penghasilan kotor ini dijumlahkan.

2. Hitung total pengurang/ penggunaan.
Yang termasuk pengurang adalah biaya jabatan, iuran Jaminan Hari Tua dan iyuran pensiun (jika ikut). Biaya jabatan besarnya 5% dari gaji pokok, sedangkan iuran pensiun biasanya 2% dari gaji pokok, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Jika Anda ikut Program Jamsostek, iuran Jaminan Hari Tua sebesar 5.7% dari gaji pokok bulanan, 3.7% ditanggung perusahaan dan 2% ditanggung oleh pekerja.

3. Hitung penghasilan bersih (netto) sebulan.
Penghasilan netto adalah penghasilan kotor dikurangi penggunaan. Artinya, netto adalah penghasilan bersih.

4. Hitung penghasilan bersih tahunan.
Untuk menghitung potongan pajak penghasilan perorangan/pribadi, penghasilan bersih per-bulan dibulatkan jadi setahun dulu (digabungkan), yaitu penghasilan bersih bulanan dikali 12bulan.

5. Hitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Ada perbedaan PTKP antara yang sudah berkeluarga dengan yang masih single. Begitu juga dengan yang sudah menikah tapi belum punya anak (K-0), menikah dan sudah punya anak 1 (K-1), maupun yang sudah punya anak dua (K-2).

6. Hitung Penghasilan Kena Pajak.
Penghasilan kena pajak adalah penghasilan bersih dalam setahun (dari Langkah No. 4) dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (pada Langkah No. 5).

7. Hitung pajak sesuai dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku.
Pajak Penghasilan adalah Penghasilan Kena Pajak (Langkah No.6) dikali dengan Tarif Pajak Penghasilan Pribadi.

8. Hitung pajak penghasilan pribadi pada bulan berjalan.
Perhitungan pajak penghasilan pribadi pada bulan berjalan dengan cara membagi total pajak setahun (Langkah No.7) dengan 12bulan.

Pajak Penghasilan Perorangan PPh 21

Sebagai informasi tambahan, berikut contoh menghitung pajak penghasilan perorangan (PPh 21) dari seorang pekerja di suatu perusahaan minyak dan gas. Pekerja yang telah kawin dan punya 2 orang anak. Pekerja ikut Program Jamsostek terkecuali asuransi kesehatan yang disediakan oleh Perusahaan. Selain itu, pekerja yang juga ikut Program Pensiun, pekerja tidak mempunyai penghasilan lain.

Data-data untuk perhitungan pajak penghasilan (PPh 21):
  • Gaji pokok: Rp.10.000.000
  • Tunjangan transport: Rp.500.000
  • Tunjangan perumahan: Rp.500.000
  • Uang Perjalanan Dinas: Rp.500.000 (Catatan: pekerja melakukan perjalanan dinas pada bulan berjalan)
  • Premi Jaminan Kecelakaan Kerja: Rp.127.000 (1.27% dari gaji pokok untuk bidang minyak bumi dan gas)
  • Premi Jaminan Kematian: Rp.30.000 (0.3% dari gaji pokok)
  • Iuran Jaminan Hari Tua: Rp.570.000 (5.7% dari gaji pokok; 2% ditanggung pekerja)
  • Iuran Dana Pensiun: Rp.200.000 (2% dari gaji pokok - sesuai dengan Ketentuan Menteri Keuangan)
  • Premi Asuransi Kesehatan untuk wajib pajak: Rp.500.000/bulan
  • Referensi penghitungan pajak dari putra-putri-indonesia.com
Tabel di bawah ini adalah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi dengan data-data di atas:

Tabel Perhitungan Pajak Pribadi PPh 21
HitunganKeteranganRp.
Penghasilan Bruto----
1.Gaji Pokok10.000.000
2.Premi Jaminan Kecelakaan Kerja127.000
3.Premi Jaminan Kematian30.000
4.Premi Asuransi Kesehatan500.000
5.Tunjangan Transport500.000
6.Tunjangan Perumahan500.000
7.Penghasilan Bruto
(1+2+3+4+5+6)
11.657.000
Pengurangan----
8.Biaya Jabatan per Bulan
(5 %, maksimum Rp500.000)
500.000
9.Premi Jaminan Hari Tua
(yang dibayar pekerja)
200.000
10.Iuran Pensiun
(yang dibayar pekerja)
200.000
Total Pengurang
(8+9+10)
--900.000
11.Penghasilan Neto
SebelumPotong Pajak
10.757.000
12.Penghasilan Neto Disetahunkan129.084.000
13.Penghasilan Tidak Kena Pajak (K-2)30.375.000
14.Penghasilan Neto Kena Pajak (14-15)98.709.000
15.Pajak Setahun
(sesuai tarif yang berlaku)
9.806.350
16.Pajak pada Bulan Berjalan817.196
17.Penghasilan Bersih Setelah
Potong Pajak (13-18)
9.939.804
18.Net Take Home Pay (19-10-11)9.539.804
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini