Pupuk Tankos Hasilkan Buah Kelapa Sawit yang Besar dan Berat

Tankos (TKKS) adalah kependekan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. Kami biasanya menyebutnya dengan pupuk Tangkos. Penambahan pada huruf "G" biar lebih gampang nyebutnya.

Memang pada kenyataannya sekarang ini sudah banyak yang memupuk tanaman mereka dengan pupuk kimia, tapi tidak sedikit pula yang memanfaatkan pupuk alami atau organik.

Pupuk tankos sawit itu sendiri dihasilkan dari buah kelapa sawit yang telah digiling di pabrik, bisa juga disebut sebagai limbah padat pabrik, kemudian dibiarkan mengering, lalu dijual lagi ke para petani sawit. Jadi, petani menyetor berupa buah, kemudian tankosnya dijual lagi oleh pihak pabrik ke petani.

Memangnya, apa sih kelebihan pupuk tankos itu?
Berdasarkan pengalaman sih, kebetulan saya sendiri juga anak seorang petani kelapa sawit, pohon sawit akan menghasilkan buah yang benar-benar super, besar dan berat.

Tapi tidak bisa terjadi secara instan, karena perlu sebuah proses pembusukan pada tankos tersebut sebelum kandungan didalamnya dapat diserap oleh si pohon, selain itu, takaran tankos per pohon juga harus pas. Makanya kita perlu tankos yang telah dikeringkan, sebab jika masih banyak minyaknya tidak akan efisien.

Tankos-tankos yang telah disebar di sekitar batang pohon akan mengeluarkan banyak jamur yang juga bisa dimanfaatkan sebagai lauk pauk yang cukup nikmat bagi yang doyan.

Hal yang paling menjengkelkan ketika sudah mulai keluar jamur seperti ini, karena biasanya akan banyak tankos yang berserakan menjauh dari pohon akibat di bolak-balik oleh para pencari jamur.

Abu janjang dari TKKS mengandung 30-40% K2O, 7% P2O5, 9% CaO, 3% MgO, dan unsur hara. Sebagai gambaran, pabrik mengolah kelapa sawit 1.200 ton TBS/hari, maka akan menghasilkan abu tandan sebanyak 10.8% atau sekitar 129.6 ton abu/hari. Angka ini setara dengan 5.8 ton KCL, 2.2 ton Kiserite dan 0.7 ton TSP.
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini