Bukan Perokok? Kamu Juga Bakal Kena Imbasnya (Harga Naik 50 Ribu)

Gambar dan foto rokok
Beberapa hari terakhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh isu naiknya harga rokok menjadi 50 ribu rupiah per bungkusnya. Harga ini akan berlaku untuk hampir semua jenis Rokok.

Mungkin ini akan terlihat hanya menyedihkan untuk para perokok saja, padahal juga berdampak buruk ke banyak orang yang tidak merokok sama sekali.

Saya akan menceritakan bagaimana kebiasaan/ umumnya jika ada acara hajatan di desa kami, misalnya meramaikan resepsi pernikahan, atau acara lainnya yang dianggap bermodal.

Kami memiliki adat istiadat berbagi rokok untuk semua orang yang Rewang (sinoman, keamanan, pengairan, dll), tak perduli apakah dia seorang perokok atau tidak. Jika dia tidak merokok, nanti rokoknya bisa dijual kembali ke orang lain atau ke toko.

Nah, berikut ini adalah perkiraan pengeluaran untuk pemilik hajatan.

Harga Rokok Sebelumnya = Rp.15.000/bks
Sehari dibagi 3x. Pagi, Siang, dan Sore
Pembagian Rokok Selama = 2 Hari
Jumlah Yang Rewang = 60 Orang
15.000 x 3 = 45.000
45.000 x 2 = 90.000
90.000 x 60 = 5.400.000

Yang diatas adalah perkiraan pengeluaran pemilik hajatan untuk rokoknya saja. Sekarang, kita asumsikan jika harga rokok jadi 50ribu/bks.

Harga Rokok = Rp.50.000/bks
Sehari dibagi 3x. Pagi, Siang, dan Sore
Pembagian Rokok Selama = 2 Hari
Jumlah Yang Rewang = 60 Orang
50.000 x 3 = 150.000
150.000 x 2 = 300.000
300.000 x 60 = 18.000.000
Nah lihat kan, berapa pengeluaran pemilik hajatan untuk kewajibannya dalam Rokok. Itu baru rokoknya saja sudah sampai delapan belas juta rupiah, atau tiga kali lipat lebih dari harga sebelumnya.

Tapi saya pikir, jika #Pabrik Rokok di hentikan semua, akan jauh lebih baik daripada menaikkan harganya dan tidak akan semakin terpuruk Rakyatnya. Sudah miskin makin terpuruk saja.

Jadi, masihkah Anda merasa "Emang Gue Pikirin"?
URL

Komentar yang bermanfaat mendapat Rating*****oleh Admin blog ini