Panduan Belajar Trading Forex Untuk Pemula

Author : Sigit Purnomo | Released : January 16, 2017 | Category :
wali chord
trading forex

Kenali Long Term dan Short Term

Gaya trading Long Term dan Short Term cukup penting diketahui, itulah alasan mengapa saya mengenalkan keduanya untuk pemula/ yang baru belajar main forex.

  • Long term trading (trading jangka panjang)
Trading gaya yang satu ini punya kelebihan, yakni bisa konsisten meraih profit yang Anda inginkan (rutin). Meskipun peminat trader cenderung lebih kecil. Gaya trading long term membutuhkan pengetahuan fundamental ekonomi yang rumit dan butuh proses yang lebih lama.

Namun yang terpenting digaris bawahi adalah "Pengetahuan mengenai fundamental ekonomi merupakan satu langkah maju, namun mengaplikasinya dalam forex trading adalah persoalan lain yang mungkin membuat Anda bingung". Ohya, long term trader sebenarnya punya peluang mencetak profit daripada short term trader.

  • Short term trading (trading jangka pendek/harian)
Kebanyakan para trader lebih menyukai gaya trading jenis ini. Tujuannya untuk mengambil target profit hanya beberapa pips saja dan melakukan trading beberapa kali dalam sehari.
Namun biasanya, untuk dapat mengambil 20 – 30 pips dalam 1 hari dan mengulanginya secara terus menerus, membuat trader bosan. Hingga pada akhirnya berdampak kesalahan yang berujung pada floating loss yang sangat besar.

Pelajari Manajemen risiko dan Level close posisi.

Dua hal penting bagi seorang trader memahami cara kerjanya, terutama untuk trader yang punya akun trading besar dengan dana diatas $1000.

  • Berapa persentase risiko per trade?
Mari kita asumsikan bahwa Anda mengambil risiko 2% dari account pada setiap perdagangan, maka jika Anda kalah 50 kali berturut-turut akan menguras dana di account trading Anda. Sedangkan jika mengambil risiko 5%, maka dana di account trading akan terkuras dengan 20 kali kekalahan berturut-turut. Sedangkan jika yang diambil risiko 10%, akan habis dengan 10 kali kalah berturut-turut.

"Anda tentu dapat melihat pola yang saya gambarkan diatas. Semakin Anda mempunyai risiko tinggi pada setiap per perdagangan, semakin cepat dana Anda habis saat kalah".

  • Pelajari Strategi close posisi!
Sebelum Anda memulai untuk open posisi, Anda harus lebih dulu punya rencana bagaimana cara untuk close posisi yang tepat. Tentu Anda akan close posisi ketika:

> Stop loss kena
> Trailing stop loss kena
> Mendapat keuntungan setelah target take profit kena
> Kerugian sudah terlalu banyak.
> Melihat sebuah entri sinyal perdagangan yang berlawanan dengan posisi terbuka.

Jadi, penting bagi seorang trader untuk mengetahui kedua hal di atas. Sehingga Anda dapat menggunakannya pada transaksi forex sehari-hari.

Belajar menghitung Swap

Swap (Interest Rate) adalah biaya yang harus ditanggung jika memiliki posisi terbuka melebihi dari satu hari perdagangan dan hanya dikenakan untuk produk kontrak gulir saja. Dalam platform trading metatrader, swap telah dihitung se cara otomatis.

Ada saatnya trader tidak ingin menutup open posisi walaupun hari perdagangan segera tutup (overnight). Apabila hal ini terjadi, biasanya para broker menarik biaya menginap atau yang biasa disebut dengan Interest Rate (Swap).

CONTOH:
Transaksi BUY Senin pukul 18.00 WIB. Posisi kita close Selasa pukul 02.00 WIB (pagi), maka transaksi BELUM mengalami overnight.
Transaksi BUY Selasa pukul 02.00 WIB (pagi). Posisi kita close hari itu juga pukul 06.00 WIB, maka transaksi SUDAH mengalami overnight satu hari.
Transaksi BUY Rabu pukul 23.00 WIB. Posisi kita close Kamis pukul 06.00 WIB, maka transaksi SUDAH mengalami overnight TIGA hari.
Transaksi BUY Kamis pukul 02.00 WIB (pagi). Posisi kita close hari itu juga pukul 06.00 WIB, maka transaksi SUDAH mengalami overnight TIGA hari.

Belajar Memadukan Indikator Forex

Memadukan indikator forex yang satu dengan indikator lain bisa membantu Anda menemukan perspektif yang lain pada pergerakan harga dan berguna untuk "saling melengkapi".

1. Pemanfaatan pattern
Ini adalah sistem yang sangat sederhana sekali. Anda hanya perlu mengenali bagaimana pola yang muncul untuk memperkirakan pergerakan next time harga. Tentu saja, untuk bisa mengenali bagaimana kemunculan pola, Anda perlu memperbanyak latihan agar pengamatan Anda semakin yakin.

2. Fibonacci retracement + candlestick/price pattern
Teknik ini bisa dikatakan sederhana. Anda perlu trend line dan sedikit bantuan dari Fibonacci retracement serta sedikit bantuan dari candlestick dan/atau price pattern.

Patokan sistem ini adalah tren. Oleh karenanya, pemahaman yang baik mengenai tren itu sendiri wajib dikuasai. Sistem ini juga pakai strategi bounce trading yang memanfaatkan level acuan Fibonacci retracement.

Anda harus menentukan tren sebagai langkah awal. Langkah selanjutnya, tarik Fibonaci retracement berdasarkan swing terakhir yang terlihat dalam chart. Lalu perhatikan area acuan Fibonacci retracement, yaitu kisaran 38.2%, 50% dan 61.8%. Next, cari bounce (pantulan) dari area acuan Fibonacci. Konfirmasi yang bisa Anda pakai adalah pola candlestick atau pattern.

So, Anda harus menunggu pullback ke area acuan Fibonacci sebelum selanjutnya mencari apakah ada konfirmasi pattern bullish. Pattern tersebut bisa candlestick (morning/evening star, engulfing, dll) atau price pattern seperti double top, double bottom, dll.

3. Fibonacci retracement + stochastic oscillator + CCI
Yang ini masih pakai Fibonacci retracement, bedanya kita akan memadukannya dengan stochastic dan CCI. Penggunaannya juga terbilang mudah. Kita cukup menunggu sampai pullback terjadi di area acuan Fibonacci, lalu tunggu sinyal buy/sell dari stochastic dan CCI. Sinyal yang terlihat haruslah muncul dari kedua indikator tersebut agar memperoleh konfirmasi sinyal yang kuat dan meyakinkan.

Ok, pembelajaran kita tutup sampai disini dulu. Kita lanjut pada posting berikutnya.

Google+

Linkedin

Silahkan berkomentar sesuai topik yang dibahas