Begini Cara Hacker Bobol ATM Dengan Teknik Skimming

Author : Sigit Purnomo | Released : March 13, 2018 | Category :
skimming cart atm

Begini Cara Hacker Bobol ATM Dengan Teknik Skimming - Belakangan ini beberapa awak media lagi ramai memperbincangkan soal pembobolan ATM yang diperkirakan menggunakan modus skimming, salah satu beritanya bisa baca disini.

Isi berita tersebut menginformasikan saldo puluhan nasabah Bank di kediri raib secara misterius. Salah satu korban bernama "Elvina Khoiru", warga kediri yang pada hari minggu, 11 maret 2018 dikejutkan oleh hilangnya sejumlah uang secara tiba-tiba.

Awal terciumnya kasus hilangnya uang di rekening tabungan Elvina Khoiru adalah pada saat ia mendapat notifikasi melalui SMS yang menyatakan bahwa dia baru saja melakukan transaksi melalui kartu debitnya sebesar Rp 504.146. Padahal dia tidak melakukan transaksi apapun pada hari itu, dan ternyata setelah di usut ke Bank BRI Cabang Kediri Dadi Kusnadi, telah terjadi penyadapan data ATM nasabah melalui alat yang dipasang di mesin ATM. "Sehingga pada saat dilakukan transaksi, PIN-nya bocor.

Tentu saja ini menjadi kabar buruk untuk para nasabah bank terlebih yang menyimpan tabungan besar dan jarang melakukan mutasi rekening. Ada 16 korban sementara yang tercatat di bank wilayah kediri, dan mereka semua telah menjadi korban skimming. Dibawah ini akan saya jelaskan apa itu skimming dan bagaimana cara pelaku kejahatan membobol ATM dengan mudahnya menggunakan trik skimming.

Seperti yang telah diterangkan Liputan6 Tekno, card skimming adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal.

Ini artinya, dapat disimpulkan bahwa skimming adalah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Laman Bank Tech menerangkan bahwa teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California. Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara menggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Secara teknis, cara kerjanya mirip CD writer pada komputer yang mampu membaca CD berisi data, kemudian menyalinnya ke CD lain yang masih kosong. Dan isinya dapat dipastikan akan sama persis dengan CD aslinya.

Skimmer bukan satu-satunya alat yang digunakan oleh para pelaku skimming. Para pelaku biasanya juga memanfaatkan kamera pengintai (spy cam) untuk mengetahui gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM. Namun kamera pengintai sudah jarang digunakan seiring dengan semakin canggihnya alat skimmer yang digunakan para pelaku.

Laman How Stuff Works melaporkan jika kini telah beredar pula jenis skimmer yang dilengkapi dengan kemampuan membaca kode PIN kartu ATM. Dan hebatnya lagi, skimmer jenis ini juga bisa langsung mengirimkan data-data yang didapat via SMS pada pelaku.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli di pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari Rp 7 juta. Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.

Ilustrasi pelaku skimming :

  1. Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangai skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan kemanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.
  2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.
  3. Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

Tapi ternyata selain teknik skimming, masih ada lagi teknik lain yang jauh lebih dahsyat, hanya saja yang menjadi korban bukan nasabah, melainkan pihak bank itu sendiri.

Apa teknik yang dimaksud? Jackpotting ATM!

Seperti yang ada dilaman Detik Finance, Digital Forensic Analyst Ruby Alamsyah menjelaskan pembobolan tersebut tidak langsung ke rekening pribadi nasabah.

"Jadi akan diinstal sebuah program di sistem mesin ATM baik secara jarak jauh atau secara fisik. Kan ATM punya USB port tuh, dia masukkan data dari situ".

Dia menjelaskan, setelah data atau virus masuk ke sistem mesin ATM maka pembobol akan menekan tombol tertentu dan memasukkan sebuah kartu ke mesin.

"Setelah itu mesin ATM akan memuntahkan seluruh uang yang ada di dalamnya. Jadi seperti dapat jackpot, ini sudah ada di Amerika dan Eropa".

Jika seseorang berhasil membobol mesin ATM dengan teknik Jackpotting, tidak bisa dibayangkan berapa kerugian pihak bank dalam satu kali tarikan. Misalnya ada 10 milyar di mesin TAM tersebut, maka pencuri harus bawa setidaknya motor roda tiga untuk mengangkut semua uangnya.

Nah, sudah tahu kan apa itu skimming dan bagaimana cara kerjanya?
Saya menghimbau kepada seluruh nasabah bank di Indonesia untuk selalu waspada terhadap setiap perilaku aneh terjadi pada kartu ATM Anda. Baca terus berita-berita seputar teknik baru pembobolan bank untuk memahami cara kerjanya dan agar tidak masuk ke perangkap para hacker jahat.

Google+

Linkedin

Silahkan berkomentar sesuai topik yang dibahas